mendung
setia menemani gontai langkah
ditengah pergolakan nurani
memanipulasi biru imaji
gerimis
iringi nafas berat renta
membilas wajah penuh dosa
membasuh jiwa luka
perlahan dimakan usia
hujan
menerpa keras tubuh senja
membawanya kealam bawah sadar
menyeret kedunia nyata
merasakan indah siksa dunia
angin
meniup debu dan ngilu
menyayat tubuhku bagai sembilu
terbangkan masa lalu
alam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar