oleh : ekorahardhian
hujan tadi sore menyimpan canda
pada lembaran koran lokal basah
pada semangat tak kunjung sirna
menyibak lembar demi lembar cerita
kilatan cahaya membentuk goresan indah
lukisan kelam semesta langit
mengarah pandang dikolom petang
sebuah ancaman radikalis ngawur
baris kata terpatri santun
sesekali mengumpat tertahan
mengungkap fakta fiktif
menyulam kekosongan hari
negeri yang indah tak terkasihani
negeri yang damai tiada lagi
anak negeri merunduk lesu
dipematang tak lagi berlari
mengisi hari mengukir pagi
disudut sudut ruang kosong
memainkan strategi perang
menunggu mati
borneo
mei 11
menyulam kelam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar